Ilustrasi SIM C.

JAKARTA (perepat.com)-Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menerbitkan peraturan baru terkait penggolongan Surat Izin Mengemudi (SIM) khusus sepeda motor.

Penggolongan SIM ini tertuang dalam Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM yang disahkan pada 19 Februari 2021. 

“Ditargetkan, SIM C yang dibagi menjadi tiga jenis akan diberlakukan pada Agustus 2021 ini,” ujar Kasi Standar Pengemudi Ditregident Korlantas Polri, AKBP Arief Budiman.

Ada tiga jenis SIM C yang akan diterapkan, yaitu SIM C, CI dan CII. Ketiga SIM C itu dibedakan dalam kapasitas isi silinder kendaraannya.

Berikut penggolongan SIM C sesuai kapasitas motor menurut Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM pasal 3 ayat 2:

  • SIM C, berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor (Ranmor) jenis sepeda motor dengan kapasitas silinder mesin sampai dengan 250 cc.
  • SIM C I, berlaku untuk mengemudikan ranmor jenis sepeda motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 250 cc sampai dengan 500 cc atau ranmor sejenis yang menggunakan daya listrik.
  • SIM C II, berlaku untuk mengemudikan ranmor jenis sepeda motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 500 cc atau ranmor sejenis yang menggunakan daya listrik.

Artinya, mengendarai motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc harus naik kelas ke SIM CI. Sementara pemilik motor gede (moge) 500 cc ke atas akan diberikan dispensasi. Setidaknya sampai 2022, mengendarai moge di atas 500 cc bisa menggunakan SIM CI.

AKBP Arief Budiman mengatakan, penerapan penggolongan SIM C tetap ditargetkan pada Agustus 2021 ini meski masih diberlakukan PPKM. Saat ini, masih ada yang perlu disiapkan, yaitu penyiapan SOP.

“Kalau bicara target tetap Agustus. Ya bisa aja di pertengahan atau akhir Agustus. Intinya pada saat diimplementasikan akan ada pemberitahuan dulu,” terang Arief melansir dari CNNIndonesia.

Adapun biaya pembuatan SIM C, CI dan CII tetap sama. Menurut Arief, biaya pembuatan tiga golongan SIM C itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pada lampiran aturan di atas tertera pembuatan SIM baru untuk SIM C Rp100.000, SIM CI Rp100.000 dan SIM CII Rp100.000. Sementara untuk perpanjangan pengendara dikenakan tarif sama ketiganya yakni Rp75.000 untuk SIM C, C 1, dan C2. Namun biaya di atas belum termasuk biaya pemeriksaan kesehatan dan asuransi.(pc/wan/sap)

Leave a Reply