Eko Yuli Irawan.

TOKYO (perepat.com)–Mengapresiasi kesuksesan seorang mahasiswanya, Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Dr Komaruddin MSi akan memberikan beasiswa atau bentuk lainnya sebagai penghargaan.

Dia beralasan, karena mahasiswanya itu telah mengharumkan nama bangsa dan membanggakan universitas. Hal ini sebagaimana berita Humas di laman atau situs (web) resmi UNJ.

Mahasiswa UNJ yang menjadi  Kontingen Atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 itu, Eko Yuli Irawan. Dia  berhasil mendapatkan medali perak cabang angkat besi kelas 61 kg putra, sekaligus menjadi perolehan medali kedua Indonesia.

Sebelumnya, lifter putri Windy Cantika Aisah (19 tahun) berhasil memperoleh medali perunggu cabang angkat besi kelas 49 kg putri dengan total angkatan 194 kg.

Di Tokyo International Forum, Ahad 15 Zulhijjah 1442 (25 Juli 2021), total  angkatan Eko 302 kg melalui percobaan angkatan snatch 137 kg dan usaha clean and jerk seberat 165kg. Dia dikalahkan lifter China, Li Fabin yang  total angkatannya 313 kg.

Perolehan medali itu bukanlah hal yang pertama bagi Eko di ajang olimpiade. Mahasiswa Program Studi Kepelatihan Kecabangan Olahraga (Prodi Latcabor)  Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNJ itu, pada Olimpiade Beijing 2008  memperoleh medali perunggu, kemudian pada Olimpiade London 2012 dan pada Olimpiade Rio De Janeiro 2016 mendapatkan medali perak.

“Saya bangga Eko sebagai mahasiswa UNJ menyuguhkan medali perak yang kedua bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo. Tentunya Eko sudah berusaha seoptimal mungkin. Namun, Yang Mahakuasa mengijinkan Eko di urutan kedua, meraih medali perak,” ucap Prof Komarudin menghargai capaian mahasiswanya itu.

Prestasi Eko Yuli Irawan itu diharapkan Wakil Rektor 3 UNJ Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr Abdul Sukur MSi dapat  menjadi motivasi bagi mahasiswa yang lainnya. Berprestasi di pentas dunia.

Saat melepas kepulangan Eko Yuli Irawan dan Windy Cantika Aisah bersama lima atlet lainnya ke tanah air,  Kamis 19 Zulhijjah 1442 (29 Juli 2021), Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia untuk Jepang memberikan sagu hati penghargaan pula. Dubes, Heri Akhmadi memberikan tiket pesawat Jakarta-Tokyo yang berlaku 1 tahun.

Seakan memperoleh firasat, Rektor UNJ, Prof Komarudin menyebut akan memberikan beasiswa atau bentuk lainnya. Siaran pers (rilis) Komite Olahraga Nasional Indonesi (KONI), Jum’at 20 Zulhijjah 1442 (30 Juli 2021) kemarin, menginformasikan akan memberikan beasiswa kepada atlit berprestasi.

Atlit Indonesia yang  berprestasi internasional boleh memperoleh beasiswa penuh jenjang Strata 1 (S1) atau jenjang magister Strata 2 (S2) Program Perkuliahan Jarak Jauh (PPJJ) dengan jadual lentur atau fleksibel yang dapat disesuaikan.(uji/sars)

Leave a Reply