BATUSANGKAR (perepat.com)-Konsorsium Biologi Indonesia Universitas Gajah Mada (KOBI UGM), Yogyakarta, organisasi yang berperan aktif melakukan pengembangan pendidikan tinggi biologi dalam penguasaan keanekaragaman hayati dan pemanfaatan sumber daya alam hayati (bioresources) secara optimal dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat manusia. 

Diantara program tahunan sejak empat tahun terakhir, menyelenggarakan Seleksi Internasional Summer Course on Tropical Biodiversity and Sustainable Development (ISC-TBSD). Pada 2021, program itu diselenggarakan bekerjasama dengan Universiti Tunku Abdul Razak (UTAR) Malaysia, University Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) Malaysia dan Charles Darwin University Australia.

Persyaratan mengikuti Seleksi ISC-TBSD itu mahasiswa atau mahasiswa dari Program Studi (Prodi) biologi atau pendidikan biologi atau bioteklogi atau mikrobiologi. Pada seleksi, harus menyusun esai tentang biodiversity and SDGs (Sustainable Development Goals)  minimal 500 kata berbahasa Inggris dan mengirimkannya paling lat (selambat-lambatnya) Kamis 27 Zulqo’idah 1442 (8 Juli 2021) yang hasilnya alhamdulillah, telah diumumkan pada Senin 28 Zulhijjah 1442 (19 Juli 2021) pekan lalu. 

Info resmi disampaikan Ketua KOBI, Prof Dr Budi Setiadi Daryono MAgr Sc, No.06/KOBI/ 2021, bertanggal 19 Juli 2021. Berdasarkan hasil seleksi peserta ISC-TBSD 2021 mengumumkan, bahwa diantara yang mendapatkan kategori pembiayaan penuh (full funded) dari 21 peserta yang masuk, seorang diantaranya Nadia Agustina. Satu-satunya mahasiswa dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari Pulau Sumatera.

Nadia Agustina, mahasiswi semester VI Jurusan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Saat seleksi, Nadia mengamati tentang “Technology and Biodiversity Conservation” di Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumbar. Dia meneliti  bagaimana teknologi berperan untuk merawat keanekaragaman hayati.

Dara hitam manis berwajah jelita itu mengaku melakukan observasi lapangan, menggunakan peralatan seadanya. Objek hayati yang diteliti pun sebatas sekitar tempat tinggalnya.

“Karena masa pendemi Covid-19 dan perkuliahan berlangsung daring, saya menggunakan alat seadanya dengan dibimbing dosen,” tuturnya jujur.

Harapan Nadia, karyanya bermanfaat bagi orang banyak, terutama mahasiswa Jurusan Biologi. Semoga capaiannya dapat pula membanggakan almamaternya.

“Untuak manyamporonokan penelitian, alhamdulillaah ambo dapek pembiayaan panuah dari KOBI,” ucap Nadia berbahasa Minang.

Rektor IAIN Batusangkar, Dr Marjoni Imamora MSc memberikan apresiasi  prestasi Nadia Agustina pada bidang biologi itu.

“Alhamdulillah Nadia berhasil mendapatkan pembiayaan penelitian dari Lembaga ternama semacam KOBI dengan jaringan dunia internasional. Mudah-mudahan berlanjut apa yang Nadia inginkan dan impiannya, bahwa karyanya bisa bermanfaat bagi orang banyak, terutama mahasiswa Jurusan Biologi dan tentunya bagi IAIN Batusangkar ke depan,” ucap sang Rektor.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Batusangkar, Dr Sirajul Munir MPd.menyatakan, prestasi yang diraih Nadia menjadi kebanggaan dan bernilai positif bagi IAIN Batusangkar.

“Semoga apa yang diraih Nadia Agustina dapat menginspirasi mahasiswa lainnya dan menjadi nilai tambah bagi IAIN Batusangkar,” tukasnya.

Kategorisasi pemenang , selain memperoleh pembiayaan penuh (full-funded). Lainnya pembiayaan yang ditanggung separuh atau 50 persen (half funded).(adi/par)

Leave a Reply