Jamaah haji saat melaksanakan tawaf.

MAKKAH ALMUKARROMAH (perepat.com)Alhamdulillaah, walau serba dibatasi karena suasana pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), pelaksanaan ibadah haji 1442 H lancar dan sukses tanpa kendala yang berarti. 

Bahkan, sebahagian jama’ah sejak Kamis 12 Zulhijjah 1442 setelah (ba’da) zuhur waktu setempat, sudah ada yang meninggalkan Makkah seusai melakukan towaf wadak atau towaf perpisahan mengelilingi ka’bah di Masjid Al-Harom.

Mereka mempercepat pelaksanaan haji atau disebut ta’ajulhajj. Memang, bagi yang melaksanakan haji boleh memilih nafar awwal (pertama) yang cuma mabit (berada) di Mina pada 11 dan 12 Zulhijjah untuk jamarot (melontar) tiga pilar jumrah (ula-wustho, dan ‘aqobah).  

Nafar Awwal, sebelum terbenam matahari sudah harus meninggalkan Mina. Jika setelah matahari tenggelam, jama’ah masih harus berada di Mina melanjutkan mabit untuk nafar tsani (nafar kedua).

“Semua rencana, alhamdulillah berjalan lancar. Tidak ada isu penyakit serius apapun yang tercatat,” tulis keterangan pers Kementerian Haji dan Umrah Kerajan Saudi Arabia,  Kamis (22/7/2021).

Namun, ada jama’ah haji yang kecewa dengan kualitas makanan yang disajikan oleh perusahaan swasta. Hal itu diakui pihak Kementerian Haji dan Umroh Kerajaan Saudi Arabia, sebagaimana dituliskan di twitter. Inspeksi mendadak telah menemukan layanan makanan di bawah standar di beberapa kemah atau tenda.

Ditegaskan oleh Kementerian Haji dan Umroh, bahwa akan menjatuhkan hukuman berat kepada perusahaan yang ditemukan menawarkan layanan kelas dibawah standar. Tindakan itu setelah melakukan penyelidikan berkoordinasi dengan Otoritas Makanan dan Obat-obatan Kerajaan Saudi Arabia, dan Kota Makkah.

“Kami juga akan mempertimbangkan untuk mengevaluasi kembali perusahaan-perusahaan swasta ini. Layanan yang memberikan lisensi dari kontraktor ini juga dapat ditarik,” lanjut kementerian itu di twitter.

Imbuh kementerian pada twitter itu pula, bahwa layanan yang diberikan oleh perusahaan swasta harus sesuai dengan kualitas otoritas pemerintah dalam penawaran kepada jemaah haji. Jika tidak sesuai, bersiap-siaplah dengan sanksi berat.atau bahkan dicoret dari daftara untuk masa selanjutnya.(him/sars)

Leave a Reply