Wapres RI, KH Maaruf Amin.

JAKARTA (perepat.com)–Saban I’d al-Adhha, Allaah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memerintahkan agar menyembelih hewan qurban. Hal itu sebagaimana  ditegaskan di dalam al-Qur’an pada suroh al-Kautsar ayat 2 (Q.S. 108: 2/XXX) setelah mengingatkan, bahwasa sesungguhnya Allah telah mengaruniakan nikmat yang banyak tak alang kepalang.

Tiap rumah tangga muslim yang berkesanggupan pun diperintahkan oleh Rosul Allaah Muhammad Shola Allahu ‘alaihi wa Sallam berqurban saban tahun. Bahkan bagi yang sanggup berqurban tapi enggan melakukannya, tukas beliau jangan dia mendekat ke tempat sholat Id al-Adhha, saking tak sudinya Rosullaah dengan sikap cekil tak hendak berbagi. Paling tidak seekor kambing atau domba atau biri biri dari tiap rumah tangga. 

Himbauan melaksanaan penyembelihan hewan qurban itupun disampaikan pula oleh Wakil Presiden (Wapres) RI, KH Ma’ruf Amin. Pesannya kepada semua pihak, dari masyarakat umum hingga korporasi, hendaknya menjadikan ‘Id al-Adhha sebagai momentum untuk meningkatkan sumbangsih demi percepatan pemulihan sosial ekonomi bangsa Indonesia yang saat ini sangat terimbas oleh pandemi.

Lebih tegas lagi, KH Ma’ruf Amin yang juga Ketua Umum Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Ketum Wantim MUI) Pusat itu menyatakan, yang menjadi esensi dari berqurban itu,  semangat untuk membantu sesama, terutama bagi mereka yang memerlukan.

‘’Id al-Adhha, momen untuk mengingatkan kita semua tentang pentingnya melakukan qurban untuk membantu sesama,” pesannya pada acara Berbagi untuk Negeri, sebagaimana pernyataan pers yang disampaikan Selasa 10 Zulhijjah (20 Juli/2021).

Pada saat pandemi yang belum kunjung lenyap sekarang ini, dampaknya telah menimbulkan berbagai penderitaan masyarakat. Ada yang kehilangan pekerjaan, menjadi miskin yang bersamaan dengan ancaman kesehatan.

Semua pihak hendaknya mau berkorban, tidak hanya penyembelihan hewan qurban, tapi juga dengan cara menyisihkan sebagian yang dimiliki untuk membantu sesama.

“Hendaknya, lonjakan kasus Covid-19 yang kembali meninggi, mendorong kita semua untuk berkorban dengan segenap hati agar pandemi dapat cepat ditanggulangi. Berqurban untuk membantu sesama dalam suasana pandemi Covid-19 juga harus dilandasi dengan keikhlasan, tanpa mengharapkan imbalan apapun kecuali mengharapkan keridhaan Allah SWT,”  tukas Wapres menegaskan.

Ajakan berqurban itu disampaikan Wapres pada dua kesempatan. Pertama, saat menyampaikan taushiyah pada acara Takbir Akbar Nasional Dalam Jaringan (Daring) atau Virtual, Senin malam 10 Zulhijjah 1442 (19 Juli 2021). Kedua, pada acara Berbagi Untuk Negeri Bersama Huawei Indonesia dan Komunitas Ummat Muslim.

Sebelumnya, Wapres menghimbau supaya penyembelihan hewan qurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) atau lokasi lain yang aman. Namun jika lokasinya terbatas, pelaksanaannya harus  dengan prokes sejak penyembelihan hingga pembagian daging qurban.

Tahun ini, Wapres Ma’ruf Amin ikut bequrban pula. Hewan qurbannya sapi Limousin Cross, yang telah diserahkan kepada Panitia Qurban Masjid Istiqlal, Jakarta pada Senin pagi 9 Zulhijjah 1442 (19 Juli 2021), kemarin.(saf/wan)

Leave a Reply