Pelabuhan ekspor-impor Riau di Kota Dumai.

PEKANBARU (perepat.com)-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau  mencatat nilai impor Riau pada Bulan Juni 2021 mencapai US$ 157,54 juta atau mengalami kenaikan sebesar 69,63 persen dibanding nilai impor Mei 2021 yang sebesar US$ 92,87 juta.

“Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya impor migas dan impor non migas masing-masing sebesar 560,92 persen dan sebesar 49,50 persen,” ujar Kepala BPS Riau, Drs H Misfaruddin MSi, Jumat (16/7/2021).

Misfaruddin mengatakan kenaikan impor non migas Juni 2021 terhadap bulan sebelumnya terjadi pada enam golongan barang, yang terbesar antara lain mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$ 11,73 juta, pupuk sebesar US$ 11,22 juta dan bubur kayu (pulp) sebesar US$ 1,43 juta.

“Sedangkan penurunan impor non migas terjadi pada empat golongan barang, yang terbesar yaitu Bahan Kimia Anorganik sebesar US$ 4,63 juta, Garam, Belerang, Kapur sebesar US$ 1,44 juta, Besi dan Baja sebesar US$ 0,56 juta,” ucapnya.

Dijabarkan Misfaruddin, selama Januari-Juni 2021 nilai impor Riau mencapai US$ 649,11 juta atau mengalami penurunan 11,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang besarnya US$ 733,40 juta.

“Penurunan impor ini disebabkan oleh turunnya impor migas dan impor non migas masing-masing sebesar 43,10 persen dan sebesar 8,21 persen,” jelasnya.

Impor non migas selama Januari-Juni 2021 didominasi oleh Pupuk US$ 185,71 juta (30,45 persen), kemudian Mesin-mesin/Pesawat Mekanik sebesar US$ 99,55 juta (16,32 persen), Bahan Kimia Organik US$ 49,43 juta (8,11 persen), serta Bubur Kayu (Pulp) US$ 47,55 juta (7,80 persen) dengan kontribusi keempatnya mencapai 62,68 persen.

Secara keseluruhan, impor 10 golongan barang utama non migas pada periode Januari-Juni 2021 memberikan kontribusi sebesar 81,89 persen terhadap total impor non migas Riau. Sementara itu, kontribusi impor non migas di luar 10 golongan barang utama sebesar 18,11 persen.

“Dari sisi pertumbuhan, impor 10 golongan barang utama pada Januari-Juni 2021 mengalami penurunan sebesar 4,42 persen terhadap periode yang sama tahun 2020,” beber Misfaruddin.(rim)

Leave a Reply