Jamaah haji tengah towaf pada ibadah haji tahun lalu.

MAKKAH AL-MUKAROMAH (perepat.com)–Akibat wabah (pandemi) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Kerajaan Arab Saudi hanya mengizinkan 60 ribu peziarah yang diizinkan berhaji pada 1442 Hijriyah (2021). Itupun hanya penduduk tempatan (domestik), dan mereka yang memang telah mukim atau menetap di Arab Saudi. 

Mereka yang mendapatkan izin, dipilih dari 540 ribu pendaftar yang masuk melalui aplikasi resmi milik negara, Tawakkalna yang telah ditutup pada Rabu 12 Zulqo’idah 1442 (23Juni 2021) pukul 22.00 waktu setempat (18:00 WIB) yang lalu. Kementerian Kesehatan dan Haji yang mengumumkan mereka yang lolos mendapatkan izin, melansir arabnews.com tidak ada prioritas istimewa.

Tidak disebutkan apa kriteria pemilihan 60 ribu jama’ah yang lolos, kecuali berusia antara 18 hingga 65 tahun.Mulai hari ini, Jum’at 6 Zulhijjah 1442 (16 Juli 2021), H Ibrohim Jambi, kontributor perepat.com di Makkah Al Mukaromah melaporkan,  jama’ah telah tampak  mulai bersiap-siap. Besok, Sabtu 7 Zulhijjah (17 Juli 2021), In sya’a Allaah mereka akan melakukan towaf  qudum atau towaf kedatangan.

Kepresidenan Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci mengatakan, semua badan dan departemen bidang dan administrasi bekerja meningkatkan hasil bisnis dan layanan melalui rencana dan program yang telah disiapkan sebelumnya. Jalur khusus untuk melakukan towaf pun telah diatur dan ditata ulang dengan pengaturan jarak fisik  antara  peziarah. 

Pengaturannya sesuai dengan langkah-langkah pencegahan dan protokol pencegahan untuk membendung penyebaran virus corona. Otoritas telah menempatkan stiker lantai yang  melingkar di area sekitar Ka’bah (mataf), sebagiamana dikutip dari Saudi Gazette, Kamis 5 Zulhijjah (15 Juli 2021), kemarin.

Langkah-langkah jarak sosial akan diberlakukan tiap sa’at selama pelaksanaan haji untuk memastikan jama’ah tidak tertular Covid-19.  Pihak berwenang di Masjid Al-Harom juga mulai menyambut penziarah.

Lebih dari 500 karyawan disiapkan untuk melayani mereka selama proses towaf esok. Kerajaan juga memanfaatkan robot yang ditempatkan di sekitar halaman Ka’bah untuk menyemprot pembersih sepanjang hari. Beberapa robot lain juga digunakan untuk membagikan air zamzam kepada para peziarah dan pekerja.(him/par)

Leave a Reply