Bupati Kepulauan Meranti, H Muhammad Adil SH mengumpulkan perwakilan Kepala Desa untuk mendata anak-anak dari Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang cerdas di Kepulauan Meranti.

SELATPANJANG (perepat.com)–Kabupaten Kepulauan Merbau-Rangsang-Tebingtinggi (Meranti) sejak Bupati dan Wakil Bupati (Wabup), H Muhammad Adil SH dan H Asmar mencanangkan Beasiswa Program Meranti Cerdas.

Targetnya, 50 sarjana tiap desa. Keduanya dilantik Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi pada Jum’at, 14 Rojab 1442 (26 Februari 2021), belum setengah tahun.

Program itu sudah disoalisasikan Bupati dan disampaikan kepada berbagai pihak. Pada kunjungan shilaturahim ke Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Ahad 22 Rojab 1422 (7 Maret 2021) yang lalu, Muhammad Adil juga menyampaikan hal itu.

“Membangun kemajuan daerah ke depan, diperlukan tenaga-tenaga yang cerdas. Saya ingin mewariskan hal itu dengan Program Meranti Cerdas. Para murid-pelajar-siswa-mahasiswa yang cerdas akan diberikan beasiswa.  Mereka dikuliahkan, lantas jadi sarjana, magister, bahkan doktor. Targetnya, 50 sarjana tiap desa,” ujarnya berbinar membebarkan program pendidikan untuk para anak jati di Kepulauan Meranti.

Guna mendata anak jati Kepulauan Meranti yang dinilai cerdas, Selasa 3 Dzulhijjah 1442 (13 Juli 2021), Bupati sengaja mengundang  para perwakilan kepala desa datang. Muhammad Adil memberikan pengarahan kepada para perwakilan itu terhadap upaya menyukseskan Program Meranti Cerdas. 
Berlangsung di Ruang Rapat Melati Kantor Bupati yang didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Kaban PMPD), Drs H Irmansyah. 

Kepada para perwakilan kepala desa, Bupati memerintahkan agar mendata bibit-bibit cerdas di desa mereka masing-masing, termasuk data mereka yang dari Komunitas Adat Terpencil (KAT) suku Akit. Data itu nanti, disampaikan ke Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa.

Khusus bibit cerdas dari suku Akit akan disekolahkan di sekolah keperawatan atau di sekolah kebidanan. Setelah mereka tamat, diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan di daerah mereka. Telah disiapkan dana Rp12,5 milar untuk maksud itu.

“Kalau ada orang Akit yang cerdas, dan mau kuliah, silahkan. Kita sekolahkan gratis. Anggaran sudah disiapkan 12.5 Miliar,”  ujar Bupati meyakinkan.

Komunitas Adat Terpencil (KAT) suku Akit tersebar di beberapa daerah di Kabupaten Bengkalis dan di Kabupaten Meranti. Diperkirakan di Kepulauan Meranti ada sekira 13.000 suku akit.

Para Kades, melalui perwakilan itu dihimbau untuk mensosialisasikan beasiswa Program Meranti Cerdas. Sekaligus meyakinkan para anak suku akit untuk bersekolah dan melanjutkan sekolah.(qom)

Leave a Reply