Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag RI, Prof Dr H Moh Isom MAg.

JAKARTA (perepat.com)–Ada tujuh program unggulan Kementerian Agama (Kemenag) 2021. Ketujuh program itu, yaitu: 1) penguatan moderasi beragama, 2) transformasi digital, 3) revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA), 4) cyber Islamic university, 5) kemandirian pesantren, 6) tahun toleransi dan 7) Indeks Religiusitas (Religiosity index).

Diantara yang mendukung Tujuh Program Unggulan itu, kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Direktorat Kurikulum Sarana dan Prasarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag RI. Kini sedang berlangsung, Seleksi Rencana Aksi “Inisiator Muda  Moderasi Beragama” untuk menjaring dan menyaring Duta Moderasi Beragama jenjang Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) 2021 Tingkat Nasional, sesuai tahapan-tahapannya.

Telah dibuka pula sebulan penuh pendaftaran Ajang Madrasah Riset atau Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES), sejak 14 Dzulqo’dah In sya’a Allaah, Jum’at 14 Dzulqo’dah 1442 – In sya’a Allaah hingga Ahad 15 Zulhijjah 1442 (25 Juni hingga 25 Juli 2021).

Juga tiga pekan masa pendaftaran untuk mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Kabupaten/ Kota. Dimulai sejak Senin 24 Dzulqo’dah – In sya’a Allaah – hingga Senin 16 Zulhijjah 1442 (5 hingga 26 Juli 2021) mendatang.

“Sejak awal digelar 2012, KSM telah menjadi ajang  membangun budaya kompetisi atau bersaing bagi siswa madrasah. Mulai tahun 2018, KSM berupaya mengelaborasi sains dengan konteks nilai-nilai Islam. Pada 2021 ini, KSM dilaksanakan bertujuan untuk memperteguh akhlak mulia, pada diri siswa yang kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, disiplin serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknogi,” begitu penegasan yang disampaikan Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag RI, Prof Dr H Isom MAg di Jakarta belum lama ini, melansir kemenag.go.id.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi  (IPTEK)  sangat berpengaruh terhadap sendi-sendi kehidupan di masyarakat. Ekses negatif yang ditimbulkan harus menjadiu kekhawatiran. Maka, Moh Isom yang baru menjabat sebagai Direktur KSKK Madrasah itu sejak  Selasa, 6 Syawal 1442 (18 Mei 2021) lalu itu mengingatkan, bahwa Iman dan Taqwa (ImTaq) harus diperkuat.

Madrasah, satu diantara lembaga pendidikan yang masih konsisten  membentengi peserta didik dari kemungkinan pengaruh negatif itu . Karena di samping ilmu pengetahuan secara umum, madrasah juga membekali para peserta didik dengan nilai-nilai keIslaman.

“Inilah mengapa masyarakat kita menaruh harapan besar terhadap kelangsungan pendidikan anaknya di madrasah”, tukas Moh Isom menyampaikan alasan tantangan dari kemajuan global  harus disikapi dan dijawab pengelola madrasah yang harus langkah-langkah kerja konkret.

Proses pembelajaran dan sarana pembelajaran di madrasah harus semakin ditingkatkan, ditunjang dengan  guru yang berkualitas atau qualified. Selain itu, untuk meningkatkan iklim kompetisi di kalangan siswa madrasah. 

Direkorat KSKK Madrasah telah membukan peluang. Pihak sekolah pun  mengakomodir para siswa untuk  mengaktualisasikan potensi yang dimiliki mereka.

“Dengan cara itu, maka madrasah dapat semakin mengejar ketertinggalan dari sekolah umum. Bahkan, in sya’a Allaah akan mengunggulinya,” tukas Moh Isom optimis.(saf/wan)

Leave a Reply