Jalur lintas Sumbar-Riau tidak bisa dilalui tepatnya di KM 298 Pasar Buyuh Nagari Tanjung Pauh Kecamatan Pangkalan Kabupaten 50 Kota Sumatera Barat.(foto dok tribunpekanbaru)

PEKANBARU (perepat.com)-Jalan lintas yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar)-Provinsi Riau putus, tepatnya Rimbo Datar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten 50 Kota. Putusnya jalan akibat banjir yang menggenangi ruas jalan. 

Lantaran kondisi itu, arus lalu lintas terjadi antrean panjang karena adanya penggalian untuk pembuatan polongan agar banjir tidak merendam rumah warga. 

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Riau, Asrizal memastikan akibat jalan putus di Pangkalan belum berdampak terhadap pasokan sembako di Riau. 

“Untuk hari ini pasokan sembako masih teratasi dengan jumlah yang tersedia di Pekanbaru. Tapi yang perlu kita antisipasi besok atau lusa jika kondisi banjir belum bisa diatasi hari ini,” kata Asrizal saat dikonfirmasi, Ahad (4/7/2021). 

Dia mengatakan, tidak semua barang seperti cabai pasokan hari ini untuk besok. Artinya barang yang akan dijual besok hari ini sudah ada. Namun jika banjir di Pangkalan berlarut, maka itu baru berdampak terhadap pasokan sembako. 

“Tapi kalau dalam hari ini mobil pasokan ssmbako dari provinsi tetangga bisa lewat, maka pasokan sembako aman. Hanya saja kadang-kadang pedagang kita memanfaatkan situasi ini dengan mengambil keuntungan. Padahal stok sembako sudah tersedia. Itu yang susah kita mengontrolnya,” terangnya. 

Disinggung soal harga sembako apakah mengalami kenaikan atas kejadian banjir di Pangkalan, Asrizal memastikan untuk harga sembako berdasarkan pantauan pihaknya di pasar tradisional pagi tadi masih normal dan stabil.

“Pantauan petugas kita di lima pasar tradisional di Pekanbaru, yakni Pasar Limapuluh, Pasar Sukaramai, Pasar Cik Puan, dan Pasar Pagi Arengka untuk harga sembako masih normal. Ini kita pantau setiap pagi, jadi setiap jam 08.00 WIB anggota kita turun ke pasar,” beber Asrizal.(zan/sars)

Leave a Reply