PEKANBARU (perepat.com)-Nilai ekspor Riau pada Mei 2021 mencapai US$ 1,78 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 11,01 persen dibanding ekspor bulan April 2021 sebesar US$ 1,60 miliar.

“Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya ekspor migas dan ekspor non migas masing-masing sebesar 19,90 persen dan sebesar 9,91 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Drs Misfaruddin MSi, Selasa (22/6/2021).

Misfaruddin mengatakan, ekspor migas dari US$ 176,92 juta pada bulan April 2021 naik menjadi US$ 212,13 juta pada bulan Mei 2021. Demikian juga ekspor non migas dari US$ 1,43 miliar pada bulan April 2021 naik menjadi US$ 1,57 miliar pada bulan Mei 2021.

Dari 10 golongan barang ekspor non migas terbesar bulan Mei 2021 dibanding April 2021, tiga golongan mengalami kenaikan, yaitu Lemak & Minyak Hewan/Nabati sebesar US$ 134,68 juta, Berbagai Produk Kimia US$ 49,46 juta, dan Tembakau US$ 1,38 juta.

“Sedangkan yang mengalami penurunan terbesar terjadi pada Bahan Kimia Organik sebesar US$ 14,20 juta, Kertas dan Karton US$ 10,13 juta, Ampas dan Sisa Industri Makanan Nabati US$ 6,00 juta, dan Berbagai Makanan Olahan US$ 5,45 juta,” ucap Misfaruddin.

Sementara itu, selama Januari-Mei 2021, nilai ekspor Riau mengalami kenaikan sebesar 52,98 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh naiknya ekspor migas dan ekspor non migas masing-masing sebesar 568,74 persen dan sebesar 39,87 persen.

“Kenaikan ekspor migas disebabkan ekspor minyak mentah sebesar US$ 691,31 juta pada tahun 2021, dan ekspor industri pengolahan hasil minyak naik sebesar 23,27 persen,” paparnya.

Selama Januari-Mei 2020, ekspor 10 golongan barang utama non migas memberikan kontribusi sebesar 99,18 persen terhadap total ekspor non migas.

“Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang utama non migas tersebut mengalami kenaikan sebesar 40,71 persen terhadap periode yang sama tahun 2020,” tukas Misfaruddin.(sars)

Leave a Reply