Pengambilan darah dari pendonor oleh petugas dari PMI Inhil.

TEMBILAHAN (perepat.com)– Bersempena Milad ke-56 Kabupaten Inderagiri Hilir (Inhil), Palang Merah Indonesia (PMI) Inhil mengadakan pendonoran darah. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Engku Kelana, Sungai Beringin, Tembilahan, Senin 3 Dzul Qo’idah 1442 (14 Juni 2021) itu, langsung dikoordinir ketuanya, Puan Hj Zulaikhah SSos ME.

Senada dengan himbauan Bupati Inhil,  Tuan Drs H Muhammad Wardan MP yang mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ikut mendonorkan darah, puan isteri Bupati itu pun mengajak pula seluruh masyarakat di Inhil serta pula.

“In sya’a Allaah, kesudian perangkat daerah untuk mendonorkan darah, dapat menggugah warga masyarakat bersedia pula mendonorkan darahnya,” ucap Puan Hj Zulaikha yang juga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Inhil itu.

Karena tanggalnya sama-sama 14 Juni, kepada perepat.com, Selasa 4 Dzul Qo’idah 1442 (15 Juni 2021), Puan Hj Zulaikha menyebutkan, PMI sekaligus mengaitkan milad ke-56 Kabupaten Inhil dengan Peringatan Hari Donor Darah se Dunia (World Blood Donor Day). 

Tanggal peringatannya menurut tanggal lahir seorang ahli biologi dan kedokteran Austria , Karl Landsteiner (14 Juni 1868) yang menemukan bahwa darah manusia ada empat jenis golongan yang sekarang dikenal dengan golongan darah O, A, B, dan AB. Penemuannya itulah yang menginspirasi pentransfusian darah. 

“Mendonorkan darah itu ‘amaliyah sosial dari kepedulian sesama insan. Sayangnya, ujar seorang penulis menyadarkan kita, diantara amaliyah sosial itu kita kerap abai dengan satu amaliyah yang boleh jadi utama, dan bahkan menjadi amal yang mendesak pada masa pagebluk (pandemi, red) ini, yaitu amaliyah mendonorkan darah,” tukas Puan Hj Zulaikha yang juga Ketua Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Inhil itu menegaskan.

Akhir-akhir ini banyak pasien virus corona yang mencari-cari plasma darah penyintas Covid-19 untuk terapi plasma konvalesen. Plasma atau bagian darah yang mengandung antibodi dari orang yang telah sembuh (survivor atau penyintas) diberikan kepada pasien yang positif corona.

Melansir klikdokter.com, Direktur Lembaga Molekuler Eijkman, Prof Dr Amin Soebandrio PhD SpMK menyebut plasma tersebut dapat mengeliminasi virus sehingga diharapkan infeksi terputus.(cun/par)

Leave a Reply