Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi.

PEKANBARU (perepat.com)-Tingginya kasus Covid-19 di Provinsi Riau menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan daerah. Tak hanya pemerintah dan legislatif, tapi juga aparat Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Guna menekan angka penyebaran Covid-19 di Riau, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi menegaskan, pihaknya siap membubarkan kerumunan massa yang tidak memberikan manfaat dan justru menjadi ajang penyebaran Covid-19. 

“Kami akan menerjunkan 661 personel untuk membubarkan kerumunan yang tidak jelas manfaatnya,” tegas Jenderal bintang dua itu.

Menurut Agung, saat ini kasus penyebaran Covid-19 menunjukkan grafik yang meninggi di Provinsi Riau. Hal itu menjadi perhatian untuk segera diatasi. 

“Angka (tinggi) ini menjadi sandaran hukum bagi kami untuk menyelamatkan masyarakat dengan melakukan pembubaran kerumunan warga,” kata Irjen Agung melalui pernyataannya di Pekanbaru.

Mantan Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri itu menegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi institusi Polri untuk menjaga agar seluruh warga jangan lagi terkena wabah.

“Apalagi beberapa wilayah berada pada kategori zona merah. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Kami mencermati kerumunan yang berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19,” tegas Kapolda Riau itu sekali lagi.

Meski begitu, diakui Agubg, petugas tidak melarang orang untuk berjualan karena hal itu adalah urat nadi perekonomian rakyat. Namun, dia meminta pengunjung untuk tidak duduk-duduk ngobrol atau kongkow di lokasi tempat makan yang bisa menyebabkan kerumunan. 

“Aktivitas yang terjadi di pasar-pasar tradisional tetap diizinkan karena aktivitas pasar berbeda dengan rumah makan atau kafe. Di pasar tradisional masyarakat berbelanja dan pulang, bukan duduk-duduk yang mengundang kerumunan,” pungkasnya.(sars/pc)

Leave a Reply