Kepala Disketapang Pekanbaru, Alek Kurniawan memperkenalkan program kerja melalui media sosial.

PEKANBARU (perepat.com)-Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru mulai memanfaatkan media sosial (Medos) untuk menyebarluaskan program – programnya.

Pada momentum bulan Ramadhan 1442 H/2021 M, Disketapang Peknbaru meluncurkan program sosialisasi berbuka ataupun sahur dengan menu konsumsi  Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA)

Sosialisasi dimaksud dikemas secara menarik dalam sebuah iklan yang diputar satu jam menjelang berbuka setiap harinya selama Ramadhan di link-link medsosnya Dinas Ketahanan Pangan kota Pekanbaru.

“Dalam rangka membudayakan pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) untuk hidup sehat, aktif dan produktif terutama dalam menjaga stamina selama Ramadhan, plus lagi di masa pandemi ini, kami berupaya tetap eksis menyuarakan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Kepala Disketapang Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan.

Konsep iklan B2SA dimaksudkan untuk menekankan bahwa yang dimaksud dengan beragam tersebut adalah Semakin beragam semakin lengkap kandungan gizinya. Selanjutnya Bergizi menyimbolkan bahwa makanan tersebut harus mengandung zat gizi makro (karbohidrat, protein dan lemak) serta mikro (vitamin) yang dibutuhkan tubuh. Seimbang dengan pengertian bahwa jumlahnya harus sesuai kebutuhan (usia, jenis kelamin, aktivitas dan waktu) serta aman dimaksudkan adalah bebas dari bahaya kimia, fisik dan biologis.

“Kami hadir setiap sorenya menjelang berbuka. Untuk menghimbau kita semua untuk tetap menjaga pola konsumsi terutama pada waktu sahur dan berbuka dengan pola B2SA,” paparnya.

Iklan layanan masyarakat tersebut menampilkan imbauan dari aparatur di lingkungan Ketapang dimulai dari Kadis sampai pejabat pengawas dan pelaksana di Ketapang. Iklan juga dilengkapi beberapa menu takjil (setiap hari menunya beda-beda) yang memenuhi pola B2SA tersebut. Semua dikemas secara menarik dan memadai sehingga diharapkan para penonton tertarik dan mengaplikasikan himbauan tersebut dalam kesehariannya.

“Kontennya secara memadai dimulai dengan imbauan dari pegawai Disketapang tentang ajakan konsumsi pangan yang B2SA lalu dilanjutkan tampilan menu takjil yang dilengkapi dengan susunan kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh beserta cara membuat takjil dimaksud,” terang Alek. 

Sebagaimana tersebut dalam Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan pasal 68 menyebutkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terwujudnya penyelenggaraan keamanan pangan secara terpadu. 

Selanjutnya dalam Isu/Kebijakan Pemerintah pusat menanggapi isu global juga menyuarakan bahwa keamanan pangan mempunyai kontribusi besar pada beberapa isu/ kebijakan lainnya diantaranya, penanganan pandemi, penurunan stunting, pembangunan berkelanjutan dan visi Indonesia 2045 yang berdaulat, maju, adil dan Makmur.

“Memang sepertinya hanya iklan biasa, tapi apa yang kami hadirkan ini bersinggungan dengan isu/ kebijakan strategis lainnya. Sebut saja terkait penanganan pandemi salah satunya dengan meningkatkan imun salah satunya dengan asupan konsumsi yang memadai, belum lagi isu penurunan angka stunting, Sustainable Development Goals (SDGs) dan hal – hal strategis lainnya, Itu semua adalah muara dari sosialisasi pola konsumsi B2SA ini,” papar Alek. 

“Pokoknya kami hadir satu jam-an sebelum berbuka di akun Youtube, IG dan FB Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru, jangan lupa ditonton, like, comment and subscribe ya,” pungkasnya.(pc/sars)

  • Sumber : pekanbaru.co.id

Leave a Reply