PADA hakikatnya hujan adalah rahmat dan karunia Allah Ta’ala. Bahkan hujan menjadi sangat istimewa karena di dalamnya terdapat berkah dan dikabulkannya doa.

Ulama dari Mesir Syeikh Ahmad Al-Mishri mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) ketika melihat mendung beliau takut. Takut akan menjadi azab. Apabila melihat mendung pertanda akan turunnya hujan, Beliau berdoa agar hal itu membawa berkah.

Diriwayatkan dalam hadis Bukhari nomor 1032, dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan, apabila hujan turun, maka Rasulullah mengucapkan:

اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

Allahumma shoyyiban nafi’an

Artinya adalah: “Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.”

Ketika hujan turun, Rasulullah SAW mensyukurinya dan menjadikannya sebagai kesempatan terbaik memanjatkan doa. Sebagaimana hadis dari Sahl bin Sa’d bahwa Beliau SAW bersabda: 

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

“Dua doa yang tidak akan ditolak, yaitu doa ketika adzan dan doa ketika turunnya hujan.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

Syeikh Ahmad mengingatkan agar tidak mencela hujan dan jangan sekali-kali menyebutkan keburukan yang akan dibawa hujan. Hujan tidak boleh dicela karena merupakan rahmat Allah Ta’ala. 

Apabila hujan turun sangat lebat, kita dianjurkan membaca doa sebagaimana yang diajarkan Nabi SAW.

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Al-Bukhari)

Nah, berikut perepat.com ulaskan tujuh rahasia hujan dan hikmahnya:

  • 1. Tidak Ada yang Mampu Menurunkan Hujan kecuali Allah Ta’ala

Allah Ta’ala berfirman:

مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۖ وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya. Dan apa saja yang ditahan oleh Allah, maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathir: 2). 

Sebagian ulama seperti penulis tafsir Al-Jalalain mengatakan bahwa rahmat yang dimaksud di sini adalah rezeki dan hujan.

  • 2. Hujan Termasuk Kunci Ilmu Ghaib dan Hanya Allah yang Tahu Kapan Turunnya

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat, dan Dialah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman: 34)

Inilah lima hal yang disebut dengan Mafatihul Ghaib (kunci ilmu ghaib). Dan diantara kunci ilmu ghaib adalah diturunkannya hujan.

  • 3. Ada Malaikat yang Bertugas Menurunkan Hujan

Dalam Al Mu’jam Al-Kabir, Imam Ath-Thabrani meriwayatkan tentang percakapan Rasulullaah SAW dengan Malaikat Jibril, diantaranya:

قُلْتُ: عَلَى أَيِّ شَيْءٍ مِيكَائِيلُ؟ قَالَ: عَلَى النَّبَاتِ وَالْقَطْرِ

“Aku (Rasulullaah shallallaahu ‘laihi wa Sallam) bertanya, ‘Tentang apakah Mikail itu ditugaskan? Ia (yaitu Jibril) menjawab, ‘Ia ditugaskan mengurus tanaman dan hujan.”

Oleh karena itu ada Malaikat yang mengurus dan mengaturnya. Bukan semua Malaikat, tapi ada pelayannya, ada pembantunya. Maka inilah tugas Malaikat untuk menurunkan jujan.

  • 4. Turunnya Hujan telah Ditulis di Lauhul Mahfudz

Kejadian apa saja yang terjadi di muka bumi ini telah tercatat dalam Lauhul Mahfudz sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Semuanya telah menjadi takdir dan kehendak Allah Ta’ala. 

Termasuk dalam hal diturunkannya hujan, kapan terjadinya, dimana diturunkan, berapa intensitasnya dan bagaimana dampak dari hujan tersebut.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, Rasulullah SAW bersabda:

كَتَبَ اللهُ مَقَادِيْرُ الخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash)

Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللهُ القَلَمَ فَقَالَ لَهُ اكْتُبْ. قَالَ رَبِّ وَ مَاذَا أَكْتُبُ قَالَ اكْتُبْ مَقَادِيْرَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّى تَقُوْمَ السَّاعَةُ

“Sesungguhnya yang pertama kali Allah ciptakan adalah qalam, lalu Allah berfirman kepadanya, ‘Tulislah!’. Qalam mengatakan,’Apa yang akan aku tulis?’. Allah berfirman, ‘Tulislah berbagai takdir dari segala sesuatu yang akan terjadi hingga hari kiamat!’”

  • 5. Ucapan Istighfar dapat Menyebabkan Turunnya Hujan

Allah Ta’ala Berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS Nuh: 10-12)

  • 6. Suara Geledek adalah Malaikat yang Membawa Api

Ada tiga istilah untuk kilatan petir dan geledek yaitu Ar-Ra’du, Ash-Shawa’iq dan Al-Barq. Ar-Ra’du adalah istilah untuk suara petir atau geledek. Sedangkan Ash-Shawa’iq dan Al-Barq adalah istilah untuk kilatan petir, yaitu cahaya yang muncul beberapa saat sebelum adanya suara petir.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan dalam Hadits Marfu’ (sampai kepada Nabi Muhammad SAW) pada Riwayat At-Tirmidzi dan selainnya, Nabi Muhammad SAW ditanya tentang Ar-Ra’du, lalu Nabi Beliau SAW menjawab:

مَلَكٌ مِنْ الْمَلَائِكَةِ مُوَكَّلٌ بِالسَّحَابِ مَعَهُ مخاريق مِنْ نَارٍ يَسُوقُ بِهَا السَّحَابَ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ

“Ar-Ra’du adalah Malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah.” (HR. Tirmidzi)

Disebutkan dalam Makarimil Akhlaq milik Al-Khara-ithi, ‘Ali pernah ditanya mengenai Ar-Ra’du. Beliau menjawab, “Ar-Ra’du adalah Malaikat”. Beliau ditanya pula mengenai Al-Barq. Beliau menjawab, “Al-Barq (kilatan petir) itu adalah pengoyak di tangannya.” Dan dalam riwayat lain dari Ali juga, “Al-Narq itu adalah pengoyak dari besi di tangannya”.

  • 7. Zakat yang Tidak Ditunaikan Dapat Menghalangi Hujan

Apabila suatu memiliki kewajiban mengeluarkan zakat namun tidak dikeluarkan maka hal itu bisa menjadi sebab terhalangnya turunnya hujan di suata daerah.

Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullaah SAW bersabda:

لَمْ يَمْنَعْ قَوْمٌ زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ , وَلَوْلا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا.

“Jika suatu kaum enggan mengeluarkan zakat dari harta-harta mereka, maka mereka akan dicegah dari mendapatkan hujan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang-binatang ternak, niscaya mereka tidak diberi hujan.” (HR. Ath-Thabrani)

Demikian penjelasan tentang rahasia hujan, mudah-mudahan kita dapat memetik hikmahnya. Kita berdoa kepada Allah Ta’ala agar negeri ini dipelihara dari azab dan bala.

Wallahu A’lam Bisshowab

Leave a Reply