Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Riau beberapa waktu lalu. BMKG minta pemda tingkatkan kewaspadaan.(foto media center riau)

JAKARTA (perepat.com)-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan daerah yang kering meluas usai pancaroba. Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG, Agie Wandala Putra meminta pemerintah daerah (pemda) di sejumlah wilayah rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk waspada.

“Memasuki periode akhir April dan awal Mei harus diantisipasi kecenderungannya area yang kering akan lebih meluas dan merata,” ujar Agie di Jakarta.

Dia memerinci sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah akan cenderung kering pada awal Mei 2021. 

“Pemerintah daerah mesti mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” bebernya. 

Sementara itu, di wilayah yang biasa menghadapi kebakaran hutan dan lahan semasa kemarau seperti Provinsi Riau dan Jambi harus meningkat kewaspadaan pada Juni hingga Juli 2021.

“Karena musim kemarau tahun ini dimulainya bertahap,” kata Agie. 

Menurut BMKG, daerah yang pada Jumat terpantau tergolong merah atau mudah mengalami kebakaran meliputi sebagian Sumatera Selatan, Lampung, sebagian Jawa Tengah dan Jawa Timur, selatan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, serta Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

BMKG memprakirakan musim kemarau akan bermula pada April 2021 di sebagian wilayah Indonesia dan mencapai puncaknya pada Agustus 2021.

“Potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau bagian utara diprakirakan meningkat pada Mei dan pada Juni wilayah Jambi dan Sumatera Selatan bagian utara juga mesti mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan,” kata dia. 

Menurut Agie, pada Juli potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat di wilayah Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.

BMKG menekankan pentingnya pemerintah di daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan lahan di Pulau Sumatera dan Kalimantan meningkatkan kewaspadaan dan upaya mitigasi semasa musim kemarau.(sars/sap)

  • Sumber : JPNN & Antara

Leave a Reply