Diguyur hujan lebat, sejumlah wilayah di Pekanbaru terendam banjir.(foto dok riaupos)

PEKANBARU (perepat.com)-Hujan deras mengguyur Kota Pekanbaru Kamis (22/4) dinihari. Akibatnya, beberapa daerah di ibukota Provinsi Riau, ini kembali terendam banjir.

Air setinggi satu sampai satu setengah meter mengepung tiga kawasan perumahan di Jalan Cengkeh dan Jalan Kesadaran Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Kamis (22/4). 

Diantara titik yang terendam banjir adalah Perumahan Graha Fauzan Asri, perumahan di Jalan Cengkeh, Perumahan Mitra Perdana dan beberapa rumah warga lainnya. Warga Jalan Swadya, Tangkerang Labuai bisa mengungsi di Musala Jannatul Baaqi yang belum lama dibangun.

Menurut Lurah Tangkerang Labuai Kadwadi, banjir tersebut mulai masuk kepemukiman warga setelah curah hujan yang tinggi sejak dini hari. Selain itu normalisasi anak Sungai Sail yang belum dilakukan turut menjadi penyebab banjir merendam kawasan tersebut.

”Ini lebih parah dari banjir sebelumnya. Tetapi alhamdulillah sebagian warga sudah siap siaga saat mengetahui hujan deras dan mereka mulai mengungsi ke rumah keluarganya masing-masing,” katanya.

Kadwadi memaparkan, bantuan yang turun dari Pemerintah Kota Pekanbaru untuk warganya berupa perahu karet yang digunakan untuk mengevakuasi masyarakat yang terjebak di dalam rumah. “Perahu karet yang datang itu dari BPBD Kota Pekanbaru,” tegasnya.

Sementara, Kapolsek Bukit Raya AKP Arry Prasetyo mengatakan, sebanyak 88 kepala keluarga yang terdiri dari 130 rumah di Perumahan Pesona Harapan Indah terendam banjir. 

”Banjir di perumahan ini antara 1 sampai 1,5 meter. Kerugian materil belum bisa ditafsir, karena barang-barang milik warga yang terendam banjir masih pendataan,” ucapnya.

Lanjut Arry, banjir yang merendam Perumahan Pesona Harapan Indah diakibatkan oleh hujan lebat tadi malam, dan juga kiriman air dari Sungai Sail.

“Karena hujan lebat tadi malam, perumahan ini terendam banjir. Selain itu, kiriman air dari Sungai Sail juga menambah debit air di perumahan ini,” pungkasnya.

Sementara itu, warga sekitar bernama Zulkisman mengatakan, barang-barang berat seperti mesin cuci, kulkas miliknya tidak bisa diselamatkan.

“Hanya baju yang bisa diselamatkan, barang-barang seperti mesin cuci dan kulkas tidak bisa diselamatkan karena sudah terlambat. Air ini naiknya sekitar jam setengah 5 subuh sesudah air akibat hujan deras,” tukasnya.

Wilayah lain yang terkena banjir adalah masyarakat di Jalan Datuk Tunggul, Cipta Karya Ujung, Pekanbaru. Ada beberapa perumahan di wilayah tersebut yang pada Kamis (22/4) pagi rumahnya kebanjiran. Di antaranya Perumahan Annajim dan Perumahan Satitri Asri.

Salah seorang warga di Perumahan Annajim, Jef mengatakan, air sempat terus naik. “Dini hari tadi hujan lebat. Air sudah mulai naik sejak subuh tadi. Namun memang belum terlalu tinggi. Namun sejak jam delapan tadi air malah makin naik dan sudah mulai masuk ke halaman rumah. Padahal hujan sudah reda. Sepertinya air yang dari atas baru turun ke sini,” ujar Jef.

Ia mengatakan, kondisi seperti ini terus terjadi setiap hujan lebat. “Namun saat ini malah perumahan Annajim ini yang banjirnya makin besar. Dulu itu perumahan sebelah yaitu Satitri. Tapi karena sekarang di perumahan tersebut sudah dibuat drainase yang besar, makanya di sana tidak terlalu parah lagi banjirnya,” terangnya.

Dia sangat berharap pemerintah segera mencari solusi untuk hal ini. Sehingga masyarakat tidak harus khawatir dan ketakutan setiap ada hujan deras.

“Karena kalau kena banjir ini barang-barang kami juga banyak yang rusak. Mudah-mudahan pemerintah bisa segera mencari solusi,” harapnya.(sars)

Leave a Reply