Gubernur Sumatera Barat, Buya H Mahyeldi Ansharullah SP bakal menerapkan program Singgah Sahur di tingkat Provinsi Sumbar sebagaimana yang telah ia laksanakan selama menjabat Walikota Padang.(dok antara foto)

PADANG (perepat.com)-Sebagaimana kebiasaan saat menjabat sebagai Walikota Padang sebelumnya, pada Ramadhan 1442 Hijriah ini, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Buya H Mahyeldi Ansharullah SP akan melanjutkan program Singgah Sahur pada tingkat Provinsi Sumbar.

Program Singgah Sahur tersebut nantinya akan menjadi bagian dari agenda Tim Safari Ramadhan Pemprov Sumbar yang akan turun ke semua kabupaten dan kota.

“Dalam Safari Ramadhan nanti, saya bersama tim akan lakukan program singgah sahur. Berkunjung ke rumah masyarakat yang tidak mampu dan santap sahur bersama mereka. Ini sangat penting untuk membangkitkan semangat kepedulian kita pada sesama. Sebab masih banyak saudara kita yang jangankan untuk berbuka, untuk sahur saja mereka tidak tau mau makan sahur besok pakai apa,” ungkap Mahyeldi.

Mahyeldi mengatakan dalam memilih rumah warga yang akan disinggahi nanti agar jangan memberitahu si empu rumah, agar tidak merepotkan mereka untuk melakukan persiapan penyambutan tamu. Semua kebutuhan sahur akan disiapkan oleh tim.

“Tidak hanya Singgah Sahur, setiap warga yang disinggahi nantinya juga akan diberikan bantuan bedah rumah layak huni,” lanjut politisi PKS tersebut. 

Kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat eselon, Mahyeldi berpesan agar meningkatkan rasa kepedulian selama Ramadhan. ASN dituntut harus mampu menjalin komunikasi yang baik dilingkungan tempat tinggal dan mau membantu jika ada tetangga atau warga di sekitar tempat tinggal yang hidupnya susah.

Patut Dicontoh Kepala Daerah Lain

Menanggapi program Singgah Sahur yang diterapkan Gubernur Sumbar, Ketua II MUI Kota Pekanbaru yang juga Ketua Dewan Pengawas IKMI Pekanbaru, TGH Syafruddin Saleh Sei Gergaji MS menyebutkan program itu sangat bagusdan bermanfaat dalam membantu ummat. Karena kepala daerah dapat secara langsung melihat kondisi rakyatnya.

“Program ini patut dicontoh kepala daerah lain, termasuk kepala daerah yang ada di Riau. Karena dengan program ini kepala daerah bisa langsung memantau kondisi rakyat yang ia pimpin, bagaimana kesusahan mereka, apa keluh kesah mereka, apakah mereka makan dalam sehari atau tinggal di tempat yang layak,” ujar Buya Syafruddin.

Diakui Buya Syafruddin, tanggungjawab sebagai pemimpin sangatlah berat. Nantinya, semua yang diperbuat selama memimpin akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Termasuk tanggungjawab bagaimana kondisi rakyat yang dipimpin selama menjabat.

“Jadi pemimpin itu berat. Jangan sampai kita sebagai pemimpin malah hidup enak, makan enak, semua serba ada, tapi rakyat sekitar malah susah. Itu makanya pemimpin itu harus adil dan peka. Bahkan, zaman Khalifah Umar bin Khatab, beliau pernah berkeliling kampung melihat kondisi rakyatnya, apakah ada yang susah, ada yang tidak makan dan lain sebagainya. Nah, konsep ini persis dengan program Singgah Sahur ini. Intinya, pemimpin jangan hanya mendengar laporan dari para pejabat pembantunya. Cek secara langsung kebenarannya, apakah yang dilapor sesuai atau tidak,” tukas Buya Syafruddin Saleh.(adi/dan)

  • Penulis : Adi dan Hamdani
  • Sumber : Dinas Kominfo Sumbar
  • Editor : SARS

Leave a Reply