JAKARTA (perepat.com)-Rapat Paripurna (Rapurna) ke-16 Masa Sidang 2020-2021 DPR RI, Jum’at 26 Sya’ban 1442 J (9 April 2021) memutuskan menyetujui penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Lantas, bagaimana nasib Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang selama ini terkait erat dengan Kemenristek? 

Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro SE MUP PhD sebagai  Menristek RI yang juga Kepala BRIN menyebutkan belum jelas bagaimana nasib BRIN setelah ada penggabungan ini. Apakah digabung di bawah Kemendikbud dan Ristek atau menjadi satu badan tersendiri.

Hari yang sama, Bambang Brodjonegoro melakukan kunjungan kerja sebagai Menristek RI ke Makassar, Sulsel. Disana, dia meresmikan Science Techno Park Unhas STP, satu kawasan yang dikelola profesional guna meningkatkan perekonomian untuk kesejahteraan lingkungan.

“Saya ingat, kunjungan daerah pertama saya sebagai Menristek (2019, red), ke Unhas. Waktu itu saya membuka joint group meeting Indonesia-Prancis dalam bidang penelitian, didampingi Ibu Rektor (Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubu MA, red). Hari ini mungkin akan jadi kunjungan terakhir saya ke daerah sebagai Menristek,” ucap Bambang pada pidatonya, sebagaimana ditulisTribunnews.com.

“Kebetulan entah kenapa. Padahal acara ini sudah disusun jauh-jauh hari. Kok  yang terakhir di Sulawesi Selatan juga. Di Unhas juga tepatnya,” sebutnya pula.

Badan Tersendiri

Masih berucap di Unhas, Bambang Brodjonegoro mengharap peleburan kementerian tidak menjadi penghalang program-program Kemenristek yang tengah dilaksanakan dan tidak mengganggu agenda-agenda riset yang menjadi prioritas. Dia juga mengatakan, nantinya BRIN  boleh jadi akan menjadi Badan tersendiri yang berdiri sendiri.

“BRINnya jadi badan tersendiri. Ya, kayak BKPM, BNPB,” tuturnya.

Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuang (PDIP), Hasto Kristiyanto menyatakan, nasib BRIN akan semakin kuat karena posisinya akan berada langsung di bawah Presiden. BRIN menjadi infrastruktur sangat penting guna membangun spirit untuk perecepatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), yang jadi penupang agar Indonesia berdikari.

“Nasibnya BRIN makin kuat. BRIN di bawah Presiden. BRIN makin menjadi sebuah infrastruktur yang sangat penting bagi percepatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi itu. Masa kita kalah sama Singapura, sama Korea Selatan yang kemerdekaannya tidak jauh berbeda dengan kita? Itu karena apa? Risetnya. Bagi PDI Perjuangan, dalam kerangka ideologis, BRIN inilah yang akan menjadi penopang agar Indonesia berdikari,” ucap Hasto menjawab wartawan di sela acara Gowes PDIP Bareng Wartawan, Sabtu 27 Sya’ban 1442 (10 April 2021), sebagaimana dikutip dari SINDONEWS.com.(sap/rud/din)

Leave a Reply