Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Muhammad Jamil foto bersama jajaran Bank Indonesia usai membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).(foto:dok.riauterkini).

PEKANBARU (perepat.com)-Upaya memastikan ketersediaan pangan jelang puasa Ramadhan dan Lebaran, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai pihak serta instansi terkait. Hal itu ditegaskan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Muhammad Jamil usai membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Kamis, (8/4/2021) di Kantor Walikota Pekanbaru.

Pemko melalui Disperindag Kota Pekanbaru ataupun Dinas Ketahanan Pangan sudah melakukan sejumlah terobosan untuk menjaga ketahanan pangan, seperti pasar murah, operasi pasar dan lainnya.

“Kita dari terus berkoordinasi dengan semua pihak, baik Bank Indonesia (BI), Kepolisian, Bulog untuk memastikan ini semua berjalan dengan baik, terutama dari BI,” sebut Jamil.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Riau Bidang Perumusan dan Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah Teguh Setiadi, menyampaikan HLM TPID ini penting untuk mengetahui persiapan stok dan pasokan barang kebutuham dalam menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 2021.

“Biasanya akan ada lonjakan harga, lonjakan permintaan, kita harus tahu seberapa besar pasokannya, apa mencukupi atau tidak,” ujar Teguh.

Teguh mengungkapkan beberapa catatan yang selama ini dirangkum BI menunjukkan ada struktur harga yang dianggap ‘liar’ atau di luar kewajaran terhadap komoditi utama, seperti harga cabai merah, ayam ras, telur ayam dan bawang. 

Teguh menyebut, perlu dilakukan strategi tepat untuk melakukan pemangkasan terhadap rantai pasok agar harga bisa ditekan dan petani diuntungkan.

“Makanya kita juga diimbau untuk berbelanja secara bijak, sesuai kebutuhan,” imbaunya.

Sebagai catatan, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik [BPS] Pekanbaru, yang menyebut bahwa pada Maret 2021, inflasi di Ibukota Provinsi Riau itu sebesar 0,15 persen dengan Indeks Harga Konsumen 100,2.(sars/dan)

Leave a Reply